1.Pengertian Paradigma
Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). 
Secara luas, paradigma memiliki arti kata, yakni :
a)  Pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan.
b)      Suatu asumsiasumsi dasar dan asumsiasumsi teoretis yang umum

2.Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan IPTEK
IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) merupakan suatu hasil kreativitas rohani manusia (unsur jiwa) yang meliputi aspek asal, rasa, dan kehendak.
Setiap sila pancasila merupakan kesatuan yang sistematis yang dapat mengatur sistem etika dalam pengembangan IPTEK.
Sila 1 : KETUHANAN YANG MAHA ESA
IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang di temukan, yang di ciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksudnya dan akibatnya.

Sila 2 : KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
§IPTEK haruslah bersifat BERADAB !
§IPTEK harus di dasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahteraan umat manusia, bukan kesombongan, bukan untuk kecongkakkan, dan keserakahan manusia, tapi diabdikan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.
Sila 3 = PERSATUAN INDONESIA
§IPTEK diarahkan demi kesejahteraan umat manusia termasuk bangsa Indonesia.
§IPTEK diharapkan mengembangkan rasa nasionalisme.

Sila 4 : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN.
§IPTEK dikembangkan secara demokratis.
§Seorang ilmuwan memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK dan harus menghargai dan menghormati kebebasan orang lain, dan memiliki sikap terbuka untuk dikritik dan di kaji ulang.
Sila 5 : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan, dalam hubungannya dengan sesama, Tuhan, masyarakat, dan bangsa.

.Tridarma Perguruan Tinggi

Posted by Unknown On 0 komentar


a.Pendidikan
b.Penelitian
c.pengabdian kepada masyarakat

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Pasal 20 Ayat 2). 

2.Budaya Akademik
Budaya akademik sebenarnya adalah budaya universal. Artinya, dimiliki oleh setiap orang yang melibatkan dirinya dalam aktivitas akademik.
ciri masyarakat ilmiah sebagai budaya akademik. Yaitu kritis, kreatif, objektif, analitis, konstruktif, dinamis, dialogis, menerima kritik, menghargai, prestasi ilmiah/akademik, bebas dari prasangka, menghargai waktu, memiliki dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah, berorientasi ke masa depan serta  kesejawatan/kemitraan.

Keajaiban Dunia Paling Menakutkan

Posted by Unknown On Senin, 19 Januari 2015 0 komentar

Ketika anda mendengar kata ' keajaiban ' yang pasti terlintas di benak anda ialah sesuatu hal yang mengandung hal unik, berbeda, sudah ada sejak lampau, memiliki nilai tinggi, bisa merupakan tempat yang indah dan megah, dan lain-lain. Namun apa jadinya jika keajaiban ini malah menakutkan ataupun mengerikan untuk dikunjungi ?
7. Paris Catacombs




Di bagian selatan kota Paris, ibu kota negara Prancis ternyata ada sebuah tempat yang cukup luas dibawah tanah berupa semacam labirin-labirin yang digunakan untuk menyimpan sekitar lebih dari 6 juta jasad manusia didalamnya. Labirin bawah tanah tersebut memiliki total panjang sekitar 300 kilometer dan memiliki banyak sekali lorong - lorong yang bercabang-cabang sehingga jika orang yang mencoba masuk kedalamnya sangat mungkin akan tersesat, untuk itu diperlukan pemandu untuk berjalan - jalan di labirin tersebut.

Jumlah jasad yang tersimpan didalam The Catacombs hampir tiga kali lipat dari populasi penduduk yang hidup diatas labirin tersebut.

Berdasarkan sejarahnya, dahulu dengan berkembangnya agama kristiani dan adanya tradisi penguburan jasad yang harus dekat dengan lingkungan Gereja, mengakibatkan pada abad 10 wilayah-wilayah pemakaman di pusat kota paris menjadi terlalu padat dan sulit untuk berkembang karena berada dipusat kota yang memang sudah cukup sibuk. Hal tersebut membut hanya kaum kaya yang sanggup melaksanakan ritual penguburan di dekat lingkungan gereja. Sedangkan untuk kaum yang tidak memiliki banyak uang, maka penguburan untuk kerabat mereka disediakan tempat pemakaman yang lebih mirip dengan tempat penguburan massal. Saat itu liang lahat yang sudah terisi oleh jasad manusia dapat dibongkar lagi dan dimasuki oleh jasad lainnya serta hanya sedikit jasad yang mampu membeli peti mati sendiri, sehingga akhirnya satu peti mati yang sudah digunakan dapat dipakai lagi untuk penguburan berikutnya.

Saat ini The Catacombs dijadikan museum bawah tanah oleh pemerintah setempat untuk para pelancong, dengan menyuguhkan galeri tulang belulang manusia yang sudah lama dan disusun dengan rapi. Museum ini dibuka setiap hari dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore dan dibatasi hanya 200 pengunjung setiap Tour nya.

6. Capela dos Ossos, Evora, Portugal

Capela dos Ossos, atau lebih dikenal dengan nama Kapel Tulang (Chapel Bones), letaknya bersebelahan dengan Gereja St. Francis yang merupakan salah satu obyek wisata di Kota Evora, Portugal. Capela dos Ossos ini dibangun pada abad ke 16, dengan tujuan untuk mengatur atau mengendalikan kebutuhan lahan pemakaman masyarakat setempat. Salah satu ruangan yang menarik perhatian ialah dimana terdapat dua jenazah yang dikeringkan, seorang lelaki dan anak kecil, menggantung dengan seutas rantai di dinding ruangan. Identitas mereka tidak diketahui, namun berdasarkan penuturan masyarakat setempat, hubungan mereka adalah ayah dan anak, yang bersikap jahat terhadap istri/ibunya dan kemudian dikutuk. 6. Menara Tengkorak Niš, Serbia

Menara Tengkorak di Nis, Serbia ialah salah satu bangunan yang memiliki kumpulan tulang belulang, dan memiliki tujuan untuk menakuti mereka yang melihatnya ataupun yang mencoba melewatinya. Memang hal tersebut digunakan ratusan tahun di masa lalu, tepatnya di tahun 1809 ketika para pejuang pemberontak Serbia mengalami goncangan secara signifikan akibat berhadapan dengan pasukan Kekaisaran Ottoman. Untuk meredam arus tersebut pejuang Serbia, seorang komandan Turki memerintahkan pasukannya untuk memotong kepala dari jenazah yang telah meninggal, mengumpulkan dan menyusunnya hingga menjadi sebuah benteng, hal ini digunakan sebagai peringatan bagi mereka yang mencoba melawan kekaisaran. Sebanyak 952 tengkorak dikabarkan menjadi bagian dari benteng tersebut, namun seiring dengan waktu banyak terjadi klaim dan membawa tengkorak yang dianggap anggota keluarganya, hingga saat ini hanya tersisa 58 tengkorak saja di menara Niš.

5. Kapel Tengkorak, Czermna, Polandia

Cerita tentang keberadaan Kapel Tengkorak atau (Kaplica Czazek) merupakan salah satu yang menarik di antara gereja-gereja lainnya di negara Polandia. Kapel ini dibuat antara tahun 1776 dan 1804, ketika seorang pendeta Ceko dan dibantu beberapa penggali kubur setempat, menghabiskan waktu berjam-jam menggali dan mengangkat jenazah yang jumlahnya sangat banyak dan hampir tidak terhitung, karena tempat itu ialah pemakaman massal. Mereka banyak menemukan sejumlah tengkorak dengan kondisi yang berbeda kemudian dipisahkan dari tulang belulang lainnya. Tengkorak yang dikatakan berbeda salah satunya ialah yang memiliki lubang peluru di kepalanya, diduga semasa hidupnya ia adalah politisi. Beberapa tulang di bawa ke dalam kapel. Secara keseluruhan pendeta tersebut telah menemukan sebanyak 24.000 tengkorak dalam penggaliannya. Beberapa diantaranya berada 16 kaki di kedalaman tanah, namun hanya sekitar 3.000 tulang belulang yang menghiasi dan memenuhi ruangan kapel, para pendeta Ceko menamai ruangan ini dengan,”sanctuary of silence.”

4. Menara Tengkorak Niš, Serbia




Menara Tengkorak di Serbia adalah salah satu bangunan yang memiliki kumpulan tulang belulang,dan dimaksudkan untuk menakut-nakuti mereka yang melihatnya. Memang cara tersebut digunakan ratusan tahun di masa lalu, tepatnya di tahun 1809 ketika para pejuang pemberontak Serbia mengalami goncangan secara signifikan akibat berhadapan dengan pasukan Kekaisaran Ottoman. Untuk meredam arus pemberontakan pejuang Serbia, seorang komandan Turki memerintahkan pasukannya untuk memotong kepala dari jenazah yang telah meninggal,mengumpulkan dan menyusunnya hingga menjadi sebuah benteng, hal ini digunakan sebagai peringatan bagi mereka yang mencoba melawan kekaisaran. Sebanyak 952 tengkorak dikabarkan menjadi bagian dari benteng tersebut, namun seiring dengan waktu banyak terjadi klaim dan membawa tengkorak yang dianggap anggota keluarganya, hingga saat ini hanya tersisa 58 tengkorak saja di menara Niš.

3. Pemakaman Bruno, Republic Ceko

Pemakaman Bruno ialah sebuah pemakaman yang terdapat di bawah Alun-Alun St.Jacob sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Ketika sebuah proyek pembangunan gedung baru telah ditentukan dan akan dilaksanakan pada tahun 2001, sebuah kegiatan ekpsplorasi oleh para arkeolog pun dilakukan. Dan betapa terkejutnya mereka, bahwa terdapat sebanyak 50.000 lebih kerangka manusia ditemukan terlihat hampir memenuhi ruang terowongan bawah tanah tersebut. Beberapa kerangka telah digali kembali guna memperoleh ruangan untuk jenazah yang baru, sepertinya itu yang dilakukan sehingga banyak kerangka yang terlihat di dalam ruang terowongan. Pernah pada suatu waktu kerang-kerangka tersebut berdempetan cukup erat, hingga kemudian terjadi sebuah bencana banjir dan menghantam semua kerangka yang ada di dalam terowongan. Kemudian pemerintah Kota Bruno melakukan sebuah upaya perbaikan pada tahun 2010 sampai 2011. Tampaknya Pemakaman Bruno ini ialah yang kedua terbesar di dunia. Dan pemakaman ini bukanlah tempat yang terlalu menyeramkan untuk dikunjungi, namun lebih tepatnya tempat ini adalah sebuah tempat menjalin hubungan antara kehidupan dan kematian, sebuah tempat untuk bermeditasi.

2. Santa Maria della Concezione, Roma, Italia


Santa Maria della Concezione ialah salah satu tempat yang indah, sehingga jarang ada orang yang berpendapat bahwa kematian adalah hal yang menakutkan. Di dalam sebuah gereja nampak lebih dari 4.000 tulang belulang para biarawan Capuchin yang disusun sedemikian rapinya dan artistik, sehingga terlihat indah. Beberapa tulang belulang masih dilengkapi dengan jubah biarawan Capuchin, namun beberapa disusun ulang menjadi beberapa karya seni baik itu simbol maupun sebuah ornamen ruangan. Sebuah tulisan plakat pun terdapat di dalam ruangan tersebut dan mengatakan, ”Apa yang kamu alami saat ini, adalah yang pernah kami alami. Apa yang kami alami sekarang, adalah apa yang akan kamu alami.” Hal tersebut adalah sebuah peringatan mengenai akan datangnya kematian di dalam perjalanan kehidupan manusia. Sebuah peringatan yang hangat dan menyejukkan.

1. Pemakaman Sedlec, Republik Ceko


Salah satu tempat untuk melihat koleksi tulang belulang manusia terbanyak di dunia, ialah di Pemakaman Sedlec yang terletak di negara Republik Ceko. Sebuah bangunan gereja kecil yang terdapat di pinggiran Kutna Hora, telah dipenuhi oleh lebih dari 40.000 kerangka tulang-belulang manusia. Akibatnya gereja ini kemudian dikenal dengan Gereja Tulang atau (Bone Church), lebih dari ribuan tulang belulang tersusun membentuk sebuah ruangan dan bangunan yang ada di dalam gereja ini. Ornamen ruangan, simbol keagamaan, pagar tangga, dan banyak lagi.

Pada tahun 1278, seorang biarawan bernama Henry melakukan sebuah perjalan rohani ke tempat Jesus Kristus dimakamkan. Sepulang dari perjalanannya itu, ia membawa beberapa tanah dari makam Jesus. dan kemudian ia tebarkan tanah-tanah tersebut ke berbagai ruangan di Pemakaman Sedlec, dan berupaya untuk menyucikan tanah pemakaman tersebut. Akibatnya semua orang beranggapan bahwa pemakaman sedlec adalah sebuah tempat yang suci dan terbaik bagi jenazah seseorang dimakamkan, sehingga pada akhirnya pemakaman tersebut tidak bisa lagi menampung jenazah yang akan dikuburkan. Akhirnya pada 1511, jenazah yang telah dikuburkan kembali digali, kemudian tulang belulangnya mereka simpan di luar ruangan.

Upaya penggalian tersebut berlangsung lama, hingga pada tahun 1870 seorang tukang kayu, František Rint, disewa untuk mengatur interior ruangan, beserta tulang-belulang yang terdapat di dalam ruang tersebut. Ia pun berpikir dan berusaha memikirkan keberadaan tulang belulang tersebut. Hingga akhirnya tercetuslah sebuah ide untuk membuat sebuah karya seni yang berasal dari tulang. Ia kemudian merangkai tulang belulang menjadi beberapa benda seni, ornamen ruangan, dan bahkan sarana ibadah seperti altar, tempat lilin, dan sebagainya. Walaupun sebenarnya menakutkan bahkan hampir mirip dengan kapel pemuja setan, namun Sedlec adalah bangunan sebuah gereja suci kristiani, yang juga merupakan sebuah pemakaman. Sedlec adalah sebuah bangunan dan tempat keajaiban dunia lain yang mengagumkan.



Sumber : kompas.com

Grilled chicken chili

Posted by Unknown On Rabu, 14 Januari 2015 0 komentar

Those who are fond of spicy taste, of love with this one menu chicken, spicy seasoning to the meat fibers penetrate until it feels really bite! Dare to try, Clovers? Get ready to be hooked delicious!



Category Cuisines: Indonesian cuisine

Estimated Start Time: 60 Minutes

Presented to: 4 People

Materials:
4 pieces of chicken thighs (if you do not like to be discarded skin), slice-slice
2 tablespoons Nestlé Dancow fullcream
1 tablespoon vegetable oil
 
Seasoning mashed:
10 pieces of red chili sauce
2 cloves of garlic
2 red onions
¼ cm ginger
½ teaspoon shrimp paste
1 teaspoon salt

How to prepare:
 

1. Marinate the chicken thighs with Delicate Spices and Dancow until blended.
2. Bake in a hot oven for 30 minutes until cooked and dry.
3. Remove and serve warm.


Tips:
- If you want more biting spicy flavor, use more red chili sauce. Season with a little sugar so that the smell is not too overpowering.


Nutrition Information:
Calories: 187 Kal
Carbohydrates: 2 grams
Protein: 12.4 grams
Fat: 14.1 grams
Fiber: 0.1 grams

Lime Grilled Chicken

Posted by Unknown On 0 komentar

Grilled chicken is tasty and delicious ^^, suitable served in the holidays, so the whole family can enjoy.
Source: www.resepmami.com

Category Cuisines: Indonesian cuisine

Presented To: 6 People

Materials:
1 whole chicken, cut into 6, crushed
1 tablespoon lemon juice
1 tablespoon salt
2 lime, halved
3 tablespoons soy sauce
100 ml coconut milk
4 lime leaves
2 tablespoons oil for frying
5 pieces of red onion
3 cloves of garlic

How to prepare:
 

1. Puree the onion.
2. Puree the garlic.
3. Soak the chicken in lemon juice and salt for 30 minutes. Set aside.
4. Saute onion and garlic that have been mashed together lime leaves until fragrant.
5. Add chicken, stir until it changes color.
6. Add soy sauce and coconut milk. Stir until half cooked.
7. Fuel together pieces of lime until done.
8. Serve with warm rice.
 

Sate Bali blotter

Posted by Unknown On 0 komentar

Balinese culinary indeed be one of the so distinctive charm, one of which is a blotter Sate Bali! If usually satay made from mutton, chicken or beef, Sate Bali pins made of processed fish and shrimp. If you do not have time to Bali, ResepKita and Nestle will share the recipe so Clovers can still enjoy a blotter Sate Bali at home with family.
Category Cuisines: Indonesian cuisine

Estimated Start Time: 55 Minutes

Presented to: 5 People

Materials:
200 grams of minced meat snapper
100 grams of minced shrimp
50 grams of grated coconut rough
2 pieces of green chili, finely chopped
1 bay leaf
3 lime leaves, boned, sliced thin
1 stalk lemongrass, take the white, crushed
½ teaspoon brown sugar
2 tablespoons oil for frying
2 pieces of Maggi cubes
5 stalks lemongrass, wash
 
   Ground spices:
2 large red chilies, seeded
2 cloves of garlic
5 red onions
1 cm turmeric
1 cm ginger
3 point pecans, toasted
½ teaspoon shrimp paste, roasted

How to prepare:
 

1. Heat the oil. Saute ground spices, green chili, bay leaves, lime leaves, lemongrass, and tamarind until fragrant. Lift. Chill.
2. Mix well using a blender / food processor: meat snapper, shrimp, shredded coconut, Maggi cubes, salt, brown sugar, and stir-fry seasoning.
3. Take a little dough in hand. Glue on lemongrass. Shape like a blotter.
4. Steam for 15 minutes, remove from heat and let cool
5. Bake on pan fried until browned and fragrant. Remove and serve while warm.


Nutritional Information:
Calories: 112.5 cal
Protein: 13.9 g
Fat: 4.5 g
Carbohydrates: 5.8 g